WEBSITE PDI PERJUANGAN

The Pioneer of PDI Perjuangan News & The Voice of PDI Perjuangan. Website PDI Perjuangan, Blog PDI Perjuangan, Portal PDI Perjuangan, Situs PDI Perjuangan, Group PDI Perjuangan, Milis PDI Perjuangan, Mailing List PDI Perjuangan, Wiki PDI Perjuangan, Underbow PDI Perjuangan, Ormas PDI Perjuangan, Organisasi Sayap PDI Perjuangan.

My Photo
Name:
Location: NEGARA KESATUAN, REPUBLIK INDONESIA, Indonesia

admint.pdiperjuangan@googlemail.com pdi-perjuangan@zoomshare.com

Kirimkan Berita dan Foto Dari DPC/DPD Anda ke: admint.pdiperjuangan@googlemail.com atau pdi-perjuangan@zoomshare.com. Berita yang menarik akan dimuat di website ini.

Monday, January 08, 2007

Supported Links !

  • Kumpulan Website PDI Perjuangan
  • JOIN MAILING LIST PDI PERJUANGAN 28
  • Menyongsong Rakernas I PDIP Hari ini di Bali

    PDI PERJUANGAN NEWS MEGAWATI FOR PRESIDENT 2009

    Jawa Pos, Minggu, 07 Jan 2007,
    Menyongsong Rakernas I PDIP Hari ini di Bali

    Bahas RUU Sembari Mancing Cawapres

    Mulai hari ini PDIP menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2007. Selama empat hari (7-10 Januari 2007), partai berlambang banteng moncong putih itu akan menyusun rumusan strategi pemenangan Pemilu 2009.

    Rakernas yang diselenggarakan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar, itu akan dibuka dengan pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Rakernas yang diikuti 198 peserta dari Departemen Pemenangan Pemilu (Deperpu), DPP, dan DPD se-Indonesia itu akan membahas secara khusus perkembangan RUU Paket Politik.

    Wakil Ketua Panitia Sterring Committe (SC) Rakernas PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, fokus itu dilakukan untuk menegaskan peran PDIP dalam konsolidasi demokrasi. "Reformasi paket UU Politik merupakan langkah konsolidasi demokrasi dengan mewujudkan sistem multipartai sederhana," katanya kemarin.

    Karena itu, kata Hasto, setelah Megawati menyampaikan pengarahan, DPD PDIP se-Indonesia akan menyampaikan masukan tentang revisi UU paket politik dan pemilu. Hasto juga mengatakan adanya kemungkinan berkembangnya pembahasan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masih terbuka. "Itu menunggu suara dan masukan dari DPD, bisa saja mengarah ke figur," tuturnya.

    Mengenai isu tentang rencana kedatangan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Rakernas PDIP, Hasto tidak bisa menjawab secara pasti. Din belakangan dekat dengan Ketua Dewan Pembina PDIP Taufik Kiemas. Konon, Din menjadi figur yang dinilai cocok untuk mendampingi Megawati untuk maju sebagai capres dan cawapres pada Pemilu 2009 mendatang.

    "Mengenai kehadiran Pak Din, kami belum bisa memastikan," katanya. Namun, jika benar datang, katanya, mungkin beliau akan hadir di forum pembukaan Rakernas. Jika benar, Hasto menilai itu sebagai kewajaran. Sebab, belakangan Kiemas memang tengah mendekat pimpinan ormas Islam untuk meminta pertimbangan mengenai upaya pelebaran sayap PDIP ke sayap Islam.

    "Kami siap menerima kehadiran beliau. Ini bisa menjadi tindak lanjut dari pertemuan Pak Taufik dengan teman-teman ormas Islam sebelumnya," katanya.

    Isu paling menarik di internal partai adalah siapa yang akan mendampingi Megawati untuk "menantang" SBY pada Pilpres 2009. Wacana yang berkembang, Taufik berusaha menarik Din agar mau berpasangan dengan Mega.

    Kalkulasi politiknya, Mega-Din diharapkan jadi representasi kekuatan politik nasionalis-religius yang juga memetakan wilayah Jawa dan luar Jawa. Selain itu, Din menggambarkan sentimen politik kaum santri dan Islam modernis. Sentimen itu penting karena warga dan pendukung Mega umumnya kalangan nonsantri dan masyarakat tradisional.

    Namun, Din bukan satu-satunya nominasi pendamping Mega. Jika PDIP memutuskan Mega maju menantang kembali SBY, sejumlah nama lain digadang-gadang pantas bersanding. Salah satunya mantan KSAD Jenderal (pur) Ryamizard Ryacudu.

    Ryacudu dikenal sangat nasionalis serta selalu berkampanye tentang penyelamatan NKRI. Sikap nasionalis Ryacudu itu sejalan dengan irama PDIP. Bila Mega menggaet Ryacudu, pasangan itu benar-benar membawa bendera nasionalis. Itu mempunyai plus minus dibanding pasangan nasionalis relegius bila muncul paket Mega-Din.

    Lalu, benarkah Rakernas jadi ajang "memancing" calon wapres? Sekjen DPP PDIP Pramono Anung tidak memberi jawaban tegas. Dia hanya mengatakan, Rakernas yang mengangkat tema Persatuan dan Demokrasi Indonesia untuk Kesejahteraan Rakyat itu memuat agenda paling utama. Yakni, memikirkan langkah solutif bagi persoalan bangsa yang dirundung masalah beragam. "Kami akan lakukan kritik terhadap kinerja pemerintah yang terbukti tidak optimal," katanya kemarin.

    Rakernas juga akan menyikapi perkembangan sosial politik, impor beras, mandeknya ekonomi pada sektor riil, dan berusaha mengambil langkah strategis untuk menempatkan partai dalam peran pembangunan nasional.

    Mengenai rencana pembahasan undang-undang paket politik dan pemilu, Pramono menuturkan hal itu dikonsentrasikan pada pembentukan sistem demokrasi yang mapan dalam konteks regulasi pemilu dan pilpres. Meski demikian, dia mengatakan, Rakernas belum akan memfokuskan pada pembacaan secara personal calon-calon yang maju di konstalasi Pilpres 2009. "Urusan figur kami belum akan terfokus ke situ," katanya.

    Di luar agenda resmi, wacana pembentukan kabinet bayangan juga ramai diperbincangkan. Maklum, PDIP sudah memproklamasikan diri sebagai partai oposisi. Di negara-negara demokrasi, sudah lazim partai oposisi memiliki kabinet bayangan yang menyerupai struktur resmi kabinet yang berkuasa.

    Tema lain adalah pembentukan ormas Islam sebagai sayap politik PDIP. Hingga kini pembentukan Baitul Muslimin belum tersosialisasikan ke lapis bawah PDIP. Momentum Rakernas tampaknya dimanfaatkan PDIP untuk mewujudkan sayap politik baru tersebut. (aku)

    Labels: , ,

    1 Comments:

    Blogger Nuarta said...

    http://pastika.wordpress.com/

    Sunday, April 06, 2008 8:04:00 PM  

    Post a Comment

    Links to this post:

    Create a Link

    << Home

    Subscribe to pdi-perjuangan_28
    Powered by groups.yahoo.com

    | View Show | Create Your Own

    toolbar powered by Conduit