WEBSITE PDI PERJUANGAN

The Pioneer of PDI Perjuangan News & The Voice of PDI Perjuangan. Website PDI Perjuangan, Blog PDI Perjuangan, Portal PDI Perjuangan, Situs PDI Perjuangan, Group PDI Perjuangan, Milis PDI Perjuangan, Mailing List PDI Perjuangan, Wiki PDI Perjuangan, Underbow PDI Perjuangan, Ormas PDI Perjuangan, Organisasi Sayap PDI Perjuangan.

My Photo
Name:
Location: NEGARA KESATUAN, REPUBLIK INDONESIA, Indonesia

admint.pdiperjuangan@googlemail.com pdi-perjuangan@zoomshare.com

Kirimkan Berita dan Foto Dari DPC/DPD Anda ke: admint.pdiperjuangan@googlemail.com atau pdi-perjuangan@zoomshare.com. Berita yang menarik akan dimuat di website ini.

Monday, July 16, 2007

Supported Links !

  • Kumpulan Website PDI Perjuangan
  • JOIN MAILING LIST PDI PERJUANGAN 28
  • Rakyat Tidak Perlu Panggung Sandiwara

    PDI PERJUANGAN NEWS MEGAWATI FOR PRESIDENT 2009

    Megawati : Rakyat Tidak Perlu Panggung Sandiwara
    http://www.pdiperjuangan-jatim.org/ Jum'at, 06 Juli 2007

    Harga barang kebutuhan hidup yang tinggi, termasuk naiknya harga susu 20%, pendidikan yang mahal, anjloknya hasil pertanian, pengangguran yang tinggi, serta penanganan bencana yang buruk, merupakan gambaran beban yang diderita Rakyat Indonesia. “Semua itu, menjadi pekerjaan rumah bagi para pemimpin bangsa ini untuk mencarikan jawaban-jawabannya. Memberikan jawaban tidak hanya cukup dengan menangis dan berwacana, dan membandingkan keadaan masa kini dengan masa yang lalu. Rakyat tidak membutuhkan panggung sandiwara.” Tegas Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, pada acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang, di Malang, beberapa waktu lalu.

    Situasi ini jelas merupakan wujud gagalnya pemerintahan SBY dalam menerapkan Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Kalau kita melihat Indonesia kita saat ini, maka kita akan melihat keadilan sosial tersebut belumlah terwujud secara paripurna. Berdasarkan laporan-laporan masyarakat yang masuk kepada saya, mereka rata-rata mengeluhkan tingginya biaya/sulitnya hidup sekarang ini. “ Kata Megawati yang dengan tegas mengatakan hal ini berdasarkan berbagai kunjungan yang dlakukan di banyak daerah dan segala macam lapisan masyarakat Indonesia.

    Selama kegiatan yang dilakukan tersebut, Megawati sering mendengar berbagai keluhan dan pengaduan rakyat kecil di daerah yang dikunjunginya. “Ibu-ibu mengadu kepada saya mengenai harga minyak goreng yang tinggi, minyak tanah yang tidak terjangkau harganya dan sulit mendapatkannya di pasaran, akses terhadap pendidikan yang berkualitas yang mahal.“ Kata Megawati tentang beban yang dirasakan kaum ibu yang didengarnya langsung selama kunjungan ke berbagi lapisan rakyat di berbagai daerah selama era pemerintahan SBY.

    Selain kaum ibu dan wanita, menurut Megawati, banyak rakyat pada usia produktif kesulitan mencari pekerjaan, padahal pendidikan mereka rata-rata tamat perguruan tinggi. “Anak-anak muda datang kepada saya, mereka menyatakan sulitnya mencari lapangan pekerjaan walaupun mereka telah menamatkan sekolah sampai dengan perguruan tinggi.” Kata Megawati, tentang sulitnya lapangan kerja bagi usia produktif. Golongan usia produktif ini jumlahnya sangat besar, sehingga ini memerlukan solusi yang tepat, jika tidak maka akan menimbulkan dampak kerawanan sosial yang sangat serius.

    Persoalan pengangguran dan sulitnya lapangan pekerjaan yang sangat kompleks ini, masih ada lagi persoalan yang tidak kalah rumitnya yaitu, pertanian. Mahalnya pupuk dan sarana penunjang produksi lainnya tidak diimbangi dengan harga jual hasil pertanian yang memadai. “Petani datang kepada saya, mengeluh mengenai tingginya biaya sarana produksi pertanian seperti pupuk, obat-obatan dan tidak terjaminnya harga yang layak dan menguntungkan bagi produk-produk pertanian mereka.” Kata Megawati prihatin tentang suramnya sektor pertanian.

    Sementara itu, daerah yang memiliki sumber daya alam yang kaya tidak menjadikannya serta merta rakyat derah itu menikmati bagian kesejahteraan yang memadai. “Masyarakat di Papua, mengadu kepada saya, mereka bertanya mengapa kami daerah yang kaya akan sumber daya alam, perubahan kehidupan, kesejahteraan kehidupan kami masih berbeda dengan saudara-saudara kami yang ada di Jawa.“ Kata Mega mencontohkan kesenjangan kesejahteraan sosial yang terjadi Papua.

    Selain beberapa persoalan seperti tersebut di atas, Megawati juga menyayangkan penanganan korban bencana yang terjadi di berbagai daerah selama pemerintahan ini, antara lain seperti, Aceh, Nias, Bantul, dan Sidoarjo. “Masyarakat di Sidoarjo yang terkena musibah lumpur Lapindo, berteriak mengenai hak-hak mereka untuk dapat terus hidup dan mendapatkan keadilan atas bencana yang mereka alami. Mereka bertanya kapankah Lapindo akan berlalu?“ Kata Mega tentang buruknya penanganan korban bencana yang dilakukan oleh pemerintah.

    Para korban ini ini adalah Rakyat Indonesia yang wajib dilindungi hak haknya serta disejahterakan kehidupannya. “Saya juga mendengarkan dan melihat teriakan dan harapan masyarakat di Aceh, Bantul, Nias dan seluruh masyarakat yang terkena musibah bencana. Mereka bertanya kapan kehidupan kami dapat kembali pulih seperti sedia kala.” Kata Megawati tentang diabaikannya hak para korban benana yang secara bertubi-tubi menimpa Indonesia selama era pemerintahan SBY. Bencana yang bertubi-tubi itu sungguh memprihatinkan seluruh Bangsa Indonesia, terlebih lagi jika penanganan bencana sangat buruk.

    Hal yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia sekarang ini adalah, beras dan minyak goreng yang terjangkau harganya. Biaya pendidikan yang berkualitas dan murah bagi semua lapisan masyarakat. Untuk kaum tani dan nelayan, terwujudnya harga jual hasil pertanian dan perikanan yang layak. Bagi buruh, terjamin hak-haknya serta tersedianya lapangan pekerjaan yang luas. Serta yang tak kalah pentingnya adalah, penghargaan yang layak bagi para guru yang telah mendidik anak-anak Indonesia dan generasi penerus bangsa. (Red)

    pengirim berita: Bambang Ketangsang

    Labels:

    0 Comments:

    Post a Comment

    Links to this post:

    Create a Link

    << Home

    Subscribe to pdi-perjuangan_28
    Powered by groups.yahoo.com

    | View Show | Create Your Own

    toolbar powered by Conduit