WEBSITE PDI PERJUANGAN

The Pioneer of PDI Perjuangan News & The Voice of PDI Perjuangan. Website PDI Perjuangan, Blog PDI Perjuangan, Portal PDI Perjuangan, Situs PDI Perjuangan, Group PDI Perjuangan, Milis PDI Perjuangan, Mailing List PDI Perjuangan, Wiki PDI Perjuangan, Underbow PDI Perjuangan, Ormas PDI Perjuangan, Organisasi Sayap PDI Perjuangan.

My Photo
Name:
Location: NEGARA KESATUAN, REPUBLIK INDONESIA, Indonesia

admint.pdiperjuangan@googlemail.com pdi-perjuangan@zoomshare.com

Kirimkan Berita dan Foto Dari DPC/DPD Anda ke: admint.pdiperjuangan@googlemail.com atau pdi-perjuangan@zoomshare.com. Berita yang menarik akan dimuat di website ini.

Saturday, July 25, 2009

Supported Links !

  • Kumpulan Website PDI Perjuangan
  • JOIN MAILING LIST PDI PERJUANGAN 28
  • Mengapa Demokrat & SBY Bisa Menang Telak?

    PDI PERJUANGAN NEWS MEGAWATI FOR PRESIDENT 2009

    Hasil pengumuman KPU hari ini tanggal 25 Juli 2009 menyatakan SBY Budiono sebagai pemenang pemilu dengan meraih suara yang telak dan memperoleh lebih dari 20% di setiap propinsi.
    Apakah ini suatu hal yang menakjubkan? Tidak!

    Mengapa hal ini menjadi suatu hal yang biasa?
    Hasil pengumuman KPU ini telah sesuai/konsisten dengan hasil survey yang terus menerus dari beberapa lembaga survey.

    Lalu bagaimana dengan tuntutan mengenai kisruh DPT, pengurangan jumlah TPS, pemilih ganda, dsb yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi?
    Dalam opini ini kita tidak membahas hal itu semua, karena mungkin hal itu bisa jadi mempengaruhi hasil pemilu, namun ada hal yang mendasar lainnya yang mempengaruhi kemenangan SBY Budiono yang jarang dan bahkan tidak dibahas di media massa maupun oleh tim kampanye semua pasangan.

    Masih ingatkah anda apa yang menjadi kunci kemenangan Golkar dan Presiden Suharto pada masa Orde Baru? Suatu hal yang tidak dapat dibuktikan namun sudah menjadi rahasia umum bahwa aparatur negara telah digunakan oleh incumbent untuk memperkuat dan memperkokoh pemerintahannya. Bukankah pada waktu itu negara kita menerapkan sistem demokrasi presidensil. Ya, memang benar di permukaannya, ada pemilu yang luber atau luberjurdil. Namun mewajibkan semua pegawai negeri untuk memilih partai dan presiden tertentu jelas tidak demokrasi di bawah permukaan/di balik layar.

    Lalu apa hubungannya dengan kemenangan Partai Demokrat dan SBY Budiono?
    Apakah SBY menerapkan strategi yang sama? Jelas tidak!
    Karena jika beliau melakukan hal yang sama akan terbaca dengan mudah dan ketahuan oleh umum dengan cepat. Kali ini pelaksanaan demokrasi di Indonesia telah jauh lebih baik jika dibandingkan jaman orde baru, di permukaan ada pesta demokrasi, terbukti secara kasat mata dengan adanya pemilu yang luberjurdil yang bahkan diselenggarakan oleh KPU sebagai komisi independen yang tidak memihak.
    Di bawah permukaanpun, secara kasat mata tidak ada lagi sistem pemaksaan yang mewajibkan setiap pegawai negeri harus memilih partai Demokrat maupun SBY Budiono.

    Kita tidak bisa menuduh dan/atau membuktikan apa yang terjadi lebih dalam lagi yang jauh di bawah permukaan. Di balik layar masih ada layar.

    Kita tentunya berharap agar demokrasi di Indonesia jangan sampai di bawa kepada kemunduran lagi karena kehalusan strategi/politik tingkat tinggi. Sekalipun pemilu 2009 ini diulang secara ekstrim bahkan sampai 100 kali dan DPT dimutakhirkan dengan cermat dan seksama, pemilu diawasi dengan ketat dan tanpa pelanggaran sama sekali di lapangan, hasil pemilu tidak akan jauh berbeda, kita bisa yakin bahwa SBY Budiono akan tetap menang. Katakanlah tidak setelak saat ini, namun SBY Budiono dapat diprediksi tetap unggul diantara semua calon presiden dan wakil presiden yang lain. Lho kok bisa? Ya jelas bisa...!

    Satu hal yang dilupakan oleh para petinggi partai dan tim kampanye presiden adalah peringatan/tanda bahaya atas pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Ke depan, jika hal memberikan suara pegawai negeri tidak segera dicabut sebagaimana halnya dengan TNI/Polri, maka potensi penggunaan mereka oleh incumbent (siapapun mereka) sebagai tenaga terdidik, terlatih, dan terorganisasi sangat terbuka. Jika hal ini terjadi maka sia-sialah perjuangan reformasi di Indonesia. Ke depan tidak mungkin mempergunakan pegawai negeri dengan cara paksa, tapi bagaimana dengan:
    1. Kenaikan gaji
    2. Promosi kenaikan pangkat
    3. Penawaran untuk posisinya dipertahankan pada periode berikutnya
    4. Pendidikan dan pelatihan yang lebih baik
    5. Perhatian untuk keluarga pegawai negeri
    6. Himbauan halus, tanpa bukti untuk memilih calon tertentu
    7. Peningkatan fasilitas
    Secara psikologis, bahkan tanpa dihimbau sekalipun para pegawai negeri dapat dipastikan akan memilih incumbent dan mengajak keluarga, sanak saudara, dan teman-temannya untuk memilih incumbent juga. Kampanye yang luar biasa (namun tidak adil bagi calon lainnya, dimana ketidakadilannya, silahkan anda renungkan/pikirkan).

    Lalu bayangkan saja jika para pegawai negeri/aparatur negara kompak mendukung dan sepakat membuat dan menggunakan program-program pemerintah yang menyentuh rakyat secara langsung seperti pemberian uang tunai, sekolah gratis, kesehatan gratis, dsb.

    Silahkan dibayangkan sendiri bagaimana efek kampanye-nya kepada masyarakat. Pasti sukses bukan main dan luar biasa...! Dijamin...!!

    Tulisan ini obyektif untuk pendidikan politik seluruh bangsa dan rakyat Indonesia, bukan karena Mega Prabowo kalah dalam pilpres 2009.

    Kalau hak memberikan suara para pegawai negeri tidak segera dicabut, bersiaplah menyambut kematian demokrasi di Indonesia.

    Sebuah catatan untuk Demokrasi di Indonesia yang lebih baik.
    admint.pdiperjuangan@gmail.com

    Labels: ,

    10 Comments:

    Blogger achmad said...

    Pemilu 2009 lebih baik dari pemilu sebelumnya, karena alam demokrasi telah menyentuh rakyat. Rakyat tidak bisa di intimidasi, tidak bisa ditekan, tidak bisa dibohongi. Rakyat sudah bisa dengan bebas memilih berdasarkan hati nurani rakyat. Jika ada hak pilihnya yang hilang, rakyat bisa menuntut untuk diminta kembali. Jika dalam DPT ia tidak terdaftar maka rakyat dapat menuntut. Dan itu sudah dikabulkan oleh instansi terkait yaitu KPU, MK. Jadi jelas hak rakyat terjamin, bebas dari tekanan, bebas dari intimidasi ala ORBA. Rakyat sudah membuktikan memilih pemimpin yang benar-benar membela rakyat. Pemimpin yang santun, pemimpin yang tidak berjiwa pendendam, pemipin yang berjiwa satria dan tidak berjiwa kerdil (jika kalah mencak-mencak gak jelas juntrungannya. menyalahkan tanpa memberi bukti atas kesalahan pemilu tersebut). Rakyat telah memilih pemimpin yang intelektualnya tinggi, bukan lulusan slta yang pemikirannya cupet. Rakyat telah membuktikan pilihan hati nuraninya. Selamat kepada rakyat Indonesia.

    Tuesday, August 18, 2009 12:16:00 PM  
    Blogger Fajar Herdian Akhzan said...

    Quote from above: "..., bukan lulusan slta yang pemikirannya cupet."
    Wah, sedikit menyindir tampaknya.

    Setiap pemimpin memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun sebaiknya kita tetap objektif dan bukan hanya melihat calon presiden (capres) sebagai single army yang akan berjuang sendiri. Capres yang terpilih akan naik bersama gerombolan pendukungnya. Makanya, kita mesti ikut memperhatikan gerombolan tersebut, jangan hanya calon presidennya.

    Mungkin saja di permukaan ranah politik, sang capres tak tampak sekharismatik dan semenawan lawannya. Tetapi bisa jadi, beliau membawa segerombol orang-orang yang jauh lebih berkualitas dibanding gerombolan pendukung yang dibawa oleh lawan-lawan politiknya.

    Kita HARUS melihat PEMILU sebagai proses politik secara komprehensif. Jangan hanya lihat capresnya!
    Lihatlah juga orang-orang yg ada di belakangnya!

    Sekian dan Terima kasih.

    Sunday, November 22, 2009 12:36:00 PM  
    Blogger Mas Koetot said...

    http://margi-rekaos.blogspot.com/2010/03/slamat-jalan-marhaen-dlingo.html?showComment=1268187706489_AIe9_BE7FbPSatsa5FNgj5N8f3wZsc8V5QeBloou89NMsMzp_ddHchYGR6RU8aFmyCXvmz-URmXPZDKuYuYyNkVfB5EQMNN0s8DdelFI5Q7_33tv5KaIhgqFPnThFwdarMKXYJC9HYoIVaSjjAz5t3XXs9xb2moNIL_gs7g2JycFXwC5PKwhPAaJlfb0LNgtT85TSKmeiuRtPFuIQpzfQ8lr3MeUiDnpDKVC9rsGH6BYngEBkX6ZXzA#c921675782739479884

    Wednesday, March 10, 2010 12:22:00 PM  
    Blogger Alexander said...

    Yang penting bagi saya adalah bagaimana kita menyikapi kekalahan. Apa yang ditulis dalam artikel ini memang harus membuka mata kita semua mengenai peluang2 besar yang didapatkan oleh incumbent.

    Akan tetapi, apakah masih ada cara lain yang bisa dimanfaatkan oleh lawan-lawan incumbent tersebut untuk meraih kemenangan? Jikalau masih ada cara tersebut, ayolah bahu-membahu untuk melakukannya secara intensif.

    Bagi saya pribadi, kemenangan SBY-Boediono memang karena 'persiapan' yang dilakukan benar2 terencana dengan baik. Apa yang ditulis di artikel ini juga sudah jelas menggambarkan bagaimana kemenangan itu bisa diraih karena dalam posisi pemegang kuasa, dia dapat melakukan 'kampanye' sebelumnya dengan membuat kebijakan2 yang kelak menguntungkan di pemilu berikutnya. Saya pikir ini sah-sah saja. Jika pemimpin kita memiliki reputasi baik atau katakanlah hasil pekerjaannya baik, apa kita gak mau milih lagi?

    Bukan berarti Mega-Pro tidak baik. Hanya saja ada beberapa strategi tertentu kurang bisa berjalan karena hambatan2 yang dihadapi oleh pihak yang tidak memegang kekuasaan.

    Go PDIP! 2014 kita harus menang!

    Monday, May 24, 2010 2:36:00 PM  
    Blogger SAHRUDIN said...

    WAKTUNYA UNTUK BANGKIT DARI SEGALA KEZALIMAN & KEMUNAFIKAN.

    SEKARANG
    Banyaknya orang sudah melupakan tuhan (ALLAH).
    Apa lagi, bila seorang pemimpin juga berprilaku seperti itu, termasuk orang-orang yang katanya mengerti agama malah mendustakan agama, bahkan menjadi pembangkang-pembangkang ALLAH (penghianat ALLAH).
    Pasti yang ada, dia, hanya mengumbar hawa nafsu.
    Orang-orang seperti itu wujudnya saja manusia tetapi dalamnya sudah berubah menjadi setan/jin /binatang. Dia sudah mati (Hati/Qolbunya).

    Contoh masalah yang ada sekarang tentang masalah hukum/kasus hukum
    Yang dipakai hukum setan, bukan hukum ALLAH.
    Hukum ALLAH itu pasti BENAR karena ada "KEJUJURAN".
    Tapi kalau hukum setan selalu direkayasa, siapa bayar, siapa dekat “DIA MENANG”

    Jangan bayak janji kalau tidak bisa ditepati, KALAU MAU DIBUKA TERANG BENDERANG, buktikan saja jangan cuma ngomong doang.

    Ingat.!!!!!!!!!!!!!
    Tuhan itu maha melihat, maha mendengar, maha tahu segalanya.!!!!
    jangan berpura-pura budeg, tuli, conge>!!!????
    Mafia hukum dibuat, hanya untuk manipulsi belaka, kalau serius buktikan.!!!!
    1. Kasus Century, bulet saja, kaya uler ??????????????????????.
    2. Masalah di KPK termasuk penagkapan Antasari penuh rekayasa...???*#
    3. Dan lai-lain banyak lagi.
    Siasatnya sungguh keji, semua lembaga hukum dibuat tak berdaya, untuk menzolimi orang-orang tak berdosa.

    Bagaimana negeri ini akan AMAN, apalagi ADIL MAKMUR kalau kezoliman dijadikan “KEAGUNGAN”. yang ada pasti bencana terus terjadi, Huru-Hara / Goro-Goro.

    BACA..(IQRO)………. BACA (IQRO)………. BACA (IQRO)……………..
    Liahat alam ini, kenapa alam ini-pun mulai marah, apa kamu tidak MENGERTI, seperti:
    - Kerusuhan dimana-mana
    - Kebakaran terus terjadi dimana-mana.
    - Bencana terus terjadi dimana-mana
    - Angkara murka meraja lela. dan lain-lain sebagainya.

    Inilah masanya hidup di jaman JAHILIYAH, jaman penuh Ke zoliman, jaman penuh kebohongan, zaman penuh kemunafikan alias penghianat-penghianat ALLAH

    Ibadah tiap hari, berdo’a terus kepada ALLAH, akan tetapi perbuatanya tidak pernah sesuai apa yang ALLAH kehendaki….
    Mereka.!!!
    Tunduk hanya kepada Harta………kepada Uang…… kepada Kekuasaan…….
    ITULAH TUHAN MEREKA, mereka lebih tunduk kepada itu semua, dari pada kepada ALLAH. Hidupnya hanya bersekutu kepada setan.

    KEDEPAN
    Saya akan wujudan apa yg menjadi cita2..untuk menegakkan “KEBENARAN” (perintah ALLAH),
    Memperjuangkan kemerdekaan yang sejati, dari segala macam bentuk penindasan,
    Menuju zaman keemasan, Zaman penuh “KEBENERAN”, kiblatnya dunia, mercusuar dunia, Kebangkitan “KEBENARAN”/ Kebangkitan “KEJAYAAN NUSANTARA”.

    “Mari buktikan kalau anda benar-benar yakin kepada ALLAH”, Jangan takut kepada setan, jin bahkan dajal sekalipun,

    BERANI.! Mengatakan Hitam itu hitam, putih itu putih

    ----------- G A R U D A ----------

    Ini data saya:
    ------------------------------
    SAHRUDIN
    MAYOR MARINIR NRP 11480/P
    JABATAN : KASUBDIS PENPAS DISPEN KORMAR
    081386480007
    Blog. http://www.kiblatdunia.blogspot.com
    E-mail. sahrudin.cipayung@gmail.com

    Tuesday, May 25, 2010 10:56:00 AM  
    Blogger winata said...

    Merdeka !!!!,

    pesan saja buat pak Kusnadi - Surabaya - Jatim , kalo istrinya EN selingkuh dengan stafnya yg di Jogja namanya IM , kami tidak berani ngomong karena kami hanya pegawai dan takut dipecat , makan apa keluarga kami

    Monday, October 25, 2010 8:20:00 PM  
    Blogger handout said...

    terima kasih banyak sudah berbagi,.
    moga sukses selalu.
    jika ingin tau profil saya silahkan kunjungi..
    click this

    Tuesday, November 02, 2010 2:12:00 PM  
    Blogger khani said...

    mantep nich boss... boleh ya kalo di share nich ya disini pdip kendal maturnuwon

    Tuesday, January 25, 2011 2:35:00 AM  
    Blogger Praksono Suboyo said...

    HCBN Indonesia

    Backlink

    Super Backlink

    Blog Dofollow Backlink

    Thursday, March 07, 2013 1:47:00 PM  
    Blogger pt jimindo said...

    Pdi Perjuangan jatim justru menghancurkan partai dari dalam,ketika ada kader potensial utk mengangkat partai justru kader tersebut disingkirkan.saya adl salah satu korban oknum elite partai DPD Jatim yg hanya mementingkan kepentingan pribadinya saja.
    Sallam Merdeka

    Monday, July 01, 2013 9:54:00 AM  

    Post a Comment

    Links to this post:

    Create a Link

    << Home

    Subscribe to pdi-perjuangan_28
    Powered by groups.yahoo.com

    | View Show | Create Your Own

    toolbar powered by Conduit